Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang menyambut 98 mahasiswa baru angkatan 2026 melalui kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tingkat program studi pada hari Rabu/19 Agustus 2026.

Kegiatan bertajuk “Menyapa Genwa Sosiologi 2026” dengan tagline “Understanding Society, Building Civilization” tersebut menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, struktur program studi, kurikulum, visi keilmuan, hingga prospek lulusan Sosiologi.

Materi kegiatan disampaikan langsung oleh Ketua Program Studi Sosiologi, Naili Ni’matul Illiyyun, M.A., dan Sekretaris Program Studi Sosiologi, Endang Supriadi, M.A. Keduanya memperkenalkan berbagai aspek penting yang perlu dipahami mahasiswa sebelum memulai perjalanan akademiknya di Program Studi Sosiologi.

Dalam materi yang disampaikan, mahasiswa baru diperkenalkan dengan visi keilmuan Program Studi Sosiologi, yakni “Mengembangkan Sosiologi berbasis riset dan kesatuan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan dan peradaban, yang adaptif terhadap perubahan masyarakat.”

Visi tersebut menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa belajar Sosiologi tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teori tentang masyarakat. Lebih dari itu, mahasiswa diarahkan untuk memiliki kemampuan membaca perubahan sosial, melakukan penelitian, serta mengembangkan pengetahuan yang dapat berkontribusi bagi kemanusiaan dan peradaban.

Mengenal Kurikulum Sosiologi

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa baru juga mendapatkan penjelasan mengenai struktur kurikulum Program Studi Sosiologi. Berdasarkan materi PBAK, mahasiswa harus menyelesaikan 144 SKS selama masa studi. Kurikulum tersebut terdiri atas delapan mata kuliah universitas, 45 mata kuliah wajib program studi, serta sembilan mata kuliah pilihan program studi.

Program Studi Sosiologi juga telah menerapkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) bagi mahasiswa angkatan 2024 dan seterusnya. Pengenalan kurikulum sejak awal masa studi diharapkan membantu mahasiswa memahami arah pembelajaran sekaligus kompetensi yang harus dibangun selama menempuh pendidikan.

Selain aspek kurikulum, mahasiswa baru dikenalkan dengan berbagai aktivitas akademik dan keprodian. Program studi secara berkala menyelenggarakan diskusi antara dosen dan mahasiswa, riset dan pengabdian kepada masyarakat, kerja sama dengan berbagai mitra, serta kampanye dan sosialisasi antikekerasan seksual di perguruan tinggi.

“Pengenalan tersebut menjadi bagian penting agar mahasiswa tidak hanya mengetahui apa yang harus ditempuh secara akademik, tetapi juga memahami kultur akademik dan berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia di program studi,” ujar Naili

Tidak Hanya Menjadi Peneliti

Para mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan beragam profil lulusan yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan pendidikan Sosiologi.

Materi PBAK menjelaskan sedikitnya empat profil lulusan, yakni peneliti sosial, tenaga pendidik, pekerja sosial, dan mediator konflik. Lulusan diarahkan memiliki sensitivitas terhadap realitas sosial, menguasai teori dan metodologi penelitian, mampu menyusun laporan dan publikasi ilmiah, serta memiliki kemampuan melakukan pemetaan sosial, perencanaan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, mahasiswa baru didorong untuk melihat Sosiologi sebagai bidang keilmuan yang memiliki ruang pengembangan karier yang luas. Kemampuan memahami masyarakat dapat diterapkan dalam penelitian, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, maupun penyelesaian konflik sosial.

Dibekali Lingkungan Akademik yang Kompetitif

Dalam sesi pengenalan program studi, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan sejumlah keunggulan Program Studi Sosiologi FISIP UIN Walisongo Semarang.

Program studi tercatat memiliki akreditasi Unggul dari BAN-PT untuk periode 2024–2029 serta akreditasi internasional ACQUIN dengan predikat Unconditional pada 2026. Selain itu, Program Studi Sosiologi memiliki dosen yang kompeten, Jurnal Sosiologi Walisongo (JSW) yang terakreditasi SINTA 2, berbagai kerja sama kelembagaan, serta prestasi mahasiswa di bidang akademik maupun nonakademik.

Data yang dipaparkan kepada mahasiswa baru menunjukkan bahwa Program Studi Sosiologi memiliki 468 mahasiswa, termasuk 98 mahasiswa angkatan 2026, serta telah memiliki 860 alumni yang tersebar di berbagai bidang.

Sebaran alumni tersebut antara lain mencakup profesi sebagai aparatur sipil negara, wartawan, aktivis sosial, peneliti, pengusaha, dan pekerja sektor swasta. Keragaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi Sosiologi dapat dikembangkan ke berbagai bidang pekerjaan.

Kegiatan “Menyapa Genwa Sosiologi 2026” menjadi pintu masuk bagi 98 mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat dunia Sosiologi di perguruan tinggi.

“Tidak sekadar mengenalkan struktur dan aturan akademik, kegiatan tersebut juga menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari komunitas keilmuan yang diharapkan mampu memahami masyarakat sekaligus berkontribusi dalam membangun peradaban”. Terang Endang

Melalui semangat “Understanding Society, Building Civilization”, mahasiswa Sosiologi angkatan 2026 diharapkan mampu menjadikan masa kuliah sebagai proses untuk membangun kepekaan sosial, kemampuan akademik, keterampilan riset, dan kesiapan menghadapi perubahan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *