Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang melaksanakan penarikan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan PPL Reguler dari LRC-KJHAM Kota Semarang, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan penarikan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelaksanaan PPL Reguler mahasiswa Sosiologi di lembaga yang bergerak pada isu keadilan gender dan hak asasi manusia tersebut. Penarikan mahasiswa dihadiri langsung oleh Endang Supriadi, M.A., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Program Studi Sosiologi FISIP UIN Walisongo Semarang, bersama tim panitia PPL Reguler FISIP UIN Walisongo.

Dari pihak KJHAM, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Witi Muntari, M.Pd., selaku Direktur LRC-KJHAM periode 2025–2027. Pertemuan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi atas proses pembelajaran mahasiswa selama menjalani kegiatan magang di KJHAM.

“Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengenai dunia kerja, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memahami secara langsung dinamika persoalan sosial yang berkaitan dengan keadilan gender, hak asasi manusia, pendampingan masyarakat, serta kerja-kerja advokasi”. Ujar Endang

Bagi mahasiswa Sosiologi, pengalaman lapangan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karena mempertemukan pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan PPL Reguler, mahasiswa juga memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan observasi, komunikasi, analisis sosial, kerja sama kelembagaan, serta keterampilan menyusun dan memahami berbagai bentuk kerja sosial yang dilakukan lembaga mitra.

Belajar dari Pengalaman Lapangan

Kegiatan magang di KJHAM menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Sosiologi. Selama berada di lembaga mitra, mahasiswa dapat melihat secara lebih dekat bagaimana pengetahuan sosial digunakan untuk memahami persoalan masyarakat sekaligus mendukung upaya penyelesaian berbagai persoalan sosial.

Kehadiran DPL dalam kegiatan penarikan juga menjadi bagian dari proses evaluasi akademik terhadap pelaksanaan PPL. DPL memiliki posisi penting dalam memastikan pengalaman mahasiswa di tempat magang tetap memiliki keterkaitan dengan kompetensi akademik dan profil lulusan Program Studi Sosiologi.

Program Studi Sosiologi sendiri mengembangkan lulusan dengan kemampuan memahami realitas sosial, melakukan penelitian, pemetaan sosial, perencanaan dan pemberdayaan masyarakat, serta memahami dan merespons berbagai persoalan sosial. Karena itu, pengalaman mahasiswa selama PPL di lembaga seperti KJHAM diharapkan dapat memperkaya perspektif mereka mengenai bagaimana ilmu Sosiologi bekerja di tengah masyarakat.

Selain memberikan pengalaman profesional, kegiatan tersebut juga mempertemukan perguruan tinggi dengan lembaga masyarakat sipil dalam proses pembelajaran mahasiswa. Kolaborasi semacam ini menjadi penting untuk memperluas ruang belajar mahasiswa sekaligus membangun hubungan kelembagaan yang saling memberikan manfaat.

Penguatan Kemitraan Kampus dan Lembaga Mitra

Penarikan mahasiswa tidak hanya menjadi akhir dari kegiatan magang, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara Program Studi Sosiologi FISIP UIN Walisongo dan KJHAM.

Witi Muntari sebagai Direktur LRC-KJHAM periode 2025–2027 bersama DPL dan tim panitia PPL Reguler menunjukkan adanya komunikasi antara pihak perguruan tinggi dan lembaga mitra dalam mengevaluasi proses pembelajaran berbasis pengalaman lapangan.

Bagi Program Studi Sosiologi, kemitraan dengan lembaga di luar kampus menjadi salah satu sarana untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. PPL Reguler dengan demikian tidak semata-mata diposisikan sebagai kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga sebagai proses pembentukan kompetensi profesional dan kepekaan sosial.

“Pengalaman mahasiswa di KJHAM diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk memasuki dunia profesional sekaligus mengembangkan kemampuan sebagai calon sarjana Sosiologi yang mampu membaca perubahan dan persoalan sosial secara kritis” Terang Witi

Dengan berakhirnya masa PPL Reguler di KJHAM, mahasiswa diharapkan membawa pengalaman lapangan tersebut kembali ke ruang akademik untuk direfleksikan dan dikembangkan menjadi pengetahuan yang bermanfaat, baik bagi pengembangan keilmuan Sosiologi maupun bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *