Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang terus memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Visiting Lecturer yang menghadirkan akademisi dari Jadavpur University, Kolkata, India, Prof. Sadhan Kumar Ghosh. Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa (4/8) bertempat di Lantai 4 ICT Center Kampus III UIN Walisongo Semarang ini mengangkat tema “Research on Environment and Its Impact on Policy and Social Movement”.
Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap krisis lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, forum akademik tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan perspektif global dengan konteks Indonesia. Dosen dan mahasiswa bersikusi mengenai keterkaitan antara pengelolaan lingkungan, kebijakan publik, serta munculnya berbagai gerakan sosial sebagai repons terhadap tantangan perubahan iklim.
Dekan FISIP UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Moh. Fauzi, M.Ag, mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membangun jejaring internasional yang mampu melahirkan solusi atas berbagai persoalan global.
“Persoalan lingkungan saat ini telah menjadi isu strategis yang memengaruhi arah pembangunan, kebijakan publik, hingga dinamika gerakan sosial di berbagai negara. karena itu, kolaborasi akademik lintas negara seperti Visiting Lecturer ini merupakan investasi penting dalam memperkuat kualitas pendidikan, memperluas jejaring riset, dan meningkatkan reputasi internasional FISIP UIN Walisongo,” ujar Fauzi.
Dalam kuliah umumnya, Prof. Sadhan Kumar Ghosh memaparkan hasil-hasil penelitian mengenai hubungan antara pembangunan berkelanjutan, ekonomi sirkular, pengelolaan limbah, dan implikasinya terhadap penyusunan kebijakan publik. Ia juga membagikan pengalaman kolaborasi penelitian yang telah dilakukan Bersama berbagai institusi di sejumlah negara sebagai upaya mencari solusi atas persoalan lingkungan yang bersifat lintas batas.
Menurut Prof. Ghosh, tantangan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu negara atau satu disiplin ilmu semata.
“Perubahan iklim, pengelolaan limbah, dan berkelanjutan lingkungan adalah tantangan global yang membutuhkan kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin. Universitas memiliki posisi strategis sebagai pusat lahirnya inovasi, riset, dan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti ilmiah,” kata Prof. Sadhan Kumar Ghosh.
Diskusi berlangsung dinamis. Mahasiswa dan dosen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendalami berbagai isu mulai dari partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hingga peran gerakan sosial dalam memengaruhi kebijakan publik di era perubahan iklim.
Melalui penyelenggaraan Visting Lecturer, FISIP UIN Walisongo Semarang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang akademik yang responsive terhadap isu-isu global sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam jejaring pendidikan tinggi internasional.
